Kamis, 06 Mei 2021

Pengendalian Gulma di Negara Maju

 

Mekanisasi Pengendalian Gulma di Negara Maju

Gulma adalah tanaman yang tidak sengaja disemai atau diperbanyak oleh penanam dan perlu dikelola agar tidak mengganggu ternak atau produksi tanaman. Gulma juga diartikan sebagai tanaman yang tidak diinginkan dalam situasi tertentu dan mungkin berbahaya, berbahaya, atau merugikan secara ekonomi. Gulma memiliki masalah serius dalam hal produksi pertanian. Menurut Badhai et al. (2021), diperkirakan bahwa gulma umumnya menyebabkan 25% hilangnya produksi pertanian di negara kurang berkembang, 10% kerugian di negara kurang berkembang dan 5% kerugian di sebagian besar negara maju. Kehilangan gulma tergantung pada lokasi, tanaman dan jenis tanah.

Pemilihan cara pemberantasan dan pengendalian (penyiangan) gulma ini dilakukan berdasarkan faktor jenis dan umur tanaman, jenis dan umur tumbuhan pengganggu, serta waktu pelaksanaan. Pertimbangan-pertimbangan ini dilakukan agar proses pemberantasan gulma tidak akan mengganggu dan mempengaruhi tanaman utama yang sedang dibudidayakan. Kehadiran gulma akan menjadi pesaing bagi tanaman utama dalam mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan dan pada gilirannya akan menurunkan produksi (Jamaluddin et al. 2019).

Selain untuk mengendalikan gulma, penyiangan juga ditujukan untuk mengaduk tanah di sekitar daerah perakaran sehingga meningkatkan aerasi udara di dalamnya. Di dalam usaha pengendalian/penyiangan gulma sebaiknya dilakukan sebelum pemupukan agar penggunaan pupuk untuk tanaman tidak menjadi sia-sia.

Proses penyiangan cukup sulit karena pencabutan rumput yang berada disela-sela tanaman seperti padi perlu keterampilan tertentu agar tidak merusak tanaman. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan suatu alat penyiang semi mekanis ataupun mekanis.

Beberapa mekanisasi pengendalian gulma yang sudah diterapkan di negara maju ialah sebagai berikut:

1.    Tertill

Tertill merupakan alat yang diciptakan oleh Franklin Robotics. Tertill adalah sebuah robot pintar tortilla yang dilengkapi sensor yang mampu mendeteksi keberadaan gulma dan akan beroperasi secara otomatis memusnahkan rumput liar menggunakan pisau pemotong di bagian bawah. Robot tertill dikenal sebagai robot yang sangat ramah lingkungan karena mengandalkan energi baterai dari solar cell yang terpasang di bagian atas. Keunggulan lain dari alat ini ialah tahan air dan mampu menyusup di sela-sela tanaman karena ukurannya cukup mini.

Gambar 1. Tertill

Sumber gambar: https://youtu.be/gMA9mRfkWsk

 

2.    Weed Zapping

Alat weed zapping ialah alat yang dibangun oleh Old School Manufacturing dan dibuat di AS. Alat weed zapping dilengkapi dengan perangkat lunak dan perangkat keras modern; booming kontur medan yang fleksibel; termasuk insulator yang didesain ulang dan tahan pecah; dan ampere hingga tiga kali lebih banyak. 

Cara kerja alat ini yaitu pada kegiatan penyiangan, bekerja dengan cara memaksakan pelepasan arus listrik ke batang tanaman. Tanaman yang menyentuh batang tembaga pada weed zapper maka akan merasakan tegangan arus yang mengalir ke batang tanaman. Arus ini kemudian mendidihkan air di dalam sel tanaman, menghancurkan dinding sel sehingga bisa dengan segera membunuh tanaman. Semakin sedikit air yang dimiliki tanaman, seperti rumput, semakin lama The Weed Zapper harus menyentuhnya agar efektif (kecepatan lebih lambat, operasi ekstra). Tegangan arus pada alat ini mampu untuk membunuh gulma sebelum menjadi benih sehingga mengurangi penyimpanan benih di tahun-tahun mendatang. Metode yang digunakan alat ini ialah invasif minimal yang membunuh gulma secara ramah lingkungan dan hanya memerlukan satu kali jalan untuk meminimalkan gangguan pada tanah. Kekurangan alat ini yaitu Weed Zapper tidak selektif dalam membunuh tanaman.

Gambar 1. Weed zapper

Sumber gambar: https://youtu.be/-1CX2adzhoM

 

3.    Weeder Semi Mekanis

Gambar 3. Alat penyiang semi mekanis buatan Jepang (Jamaluddin et al. 2018)


Di negara maju seperti Jepang pengembangan suatu alat sangat memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan pengguna/operatornya. Hal ini penting untuk peningkatan produktivitas. Alat penyiang semi mekanis ini terbuat dari plat stainless steel ringan dilengkapi dengan 2 cakar penyiang dan pada bagian depan dibuat furrow opener yang juga berfungsi sebagai pelampung. Diharapkan pengembangan alat penyiang ini dapat digunakan pada kondisi lahan padi sawah dengan tingkat pelumpuran normal. Cara pengoperasian alat penyiang semi mekanis buatan Jepang sama seperti penyiangan menggunakan gasrok yaitu dengan menggasrok atau mendorong ke depan dan belakang sehingga gulma tercabut dan terpendam dalam tanah.


4.    Power Weeder Roda Satu

Mesin penyiang power weeder roda satu hanya dapat dioperasikan untuk penyiangan gulma pada lahan yang tergenang air sekitar 5 cm dan berlumpur dengan kedalaman lapisan maksimum 25 cm (diukur dengan cara orang berdiri di lumpur). Jarak tanam yang dianjurkan untuk penggunaan power weeder adalah 20-25 cm dengan baris yang lurus. Kedalaman air juga berkisar antara 5-10 cm sehingga mesin dapat berjalan tanpa didorong. Power weeder roda satu cocok digunakan di areal persawahan.


Gambar 4. Power weeder roda satu

Sumber Referensi

Badhai S, Gupta AK, Maurya SP, Koiri B. 2021. Ecological/Cultural Measures of Weed Management for Sustainable Agriculture: Research Article. Journal of Wastes and Biomass Management (JWBM). 3(2). 36-38. DOI: http://doi.org/10.26480/jwbm.02.2021.36.38.

Jamaluddin P, Syam H, Lestari N. 2018. Modul Perkuliahan Alat dan Mesin Pertanian. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar. Makassar.

Jamaluddin P, Syam H, Lestari N, Rizal M. 2019. Alat dan Mesin Pertanian: Cetakan ke-1. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Penggunaan Hidrobuddy

 Perhitungan kebutuhan bahan pupuk AB Mix dapat dilakukan secara manual atau penggunaan aplikasi software. Perhitungan pupuk AB Mix dengan ...