Mekanisasi
Pengendalian Gulma di Negara Maju
Gulma adalah tanaman yang
tidak sengaja disemai atau diperbanyak oleh penanam dan perlu dikelola agar
tidak mengganggu ternak atau produksi tanaman. Gulma juga diartikan sebagai
tanaman yang tidak diinginkan dalam situasi tertentu dan mungkin berbahaya,
berbahaya, atau merugikan secara ekonomi. Gulma memiliki masalah serius dalam
hal produksi pertanian. Menurut Badhai et
al. (2021), diperkirakan bahwa gulma umumnya menyebabkan 25% hilangnya
produksi pertanian di negara kurang berkembang, 10% kerugian di negara kurang
berkembang dan 5% kerugian di sebagian besar negara maju. Kehilangan gulma
tergantung pada lokasi, tanaman dan jenis tanah.
Pemilihan cara
pemberantasan dan pengendalian (penyiangan) gulma ini dilakukan berdasarkan
faktor jenis dan umur tanaman, jenis dan umur tumbuhan pengganggu, serta waktu
pelaksanaan. Pertimbangan-pertimbangan ini dilakukan agar proses pemberantasan
gulma tidak akan mengganggu dan mempengaruhi tanaman utama yang sedang
dibudidayakan. Kehadiran gulma akan menjadi pesaing bagi tanaman utama dalam
mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan dan pada gilirannya akan menurunkan
produksi (Jamaluddin et al. 2019).
Selain untuk
mengendalikan gulma, penyiangan juga ditujukan untuk mengaduk tanah di sekitar
daerah perakaran sehingga meningkatkan aerasi udara di dalamnya. Di dalam usaha
pengendalian/penyiangan gulma sebaiknya dilakukan sebelum pemupukan agar
penggunaan pupuk untuk tanaman tidak menjadi sia-sia.
Proses penyiangan cukup
sulit karena pencabutan rumput yang berada disela-sela tanaman seperti padi
perlu keterampilan tertentu agar tidak merusak tanaman. Berdasarkan hal
tersebut maka diperlukan suatu alat penyiang semi mekanis ataupun mekanis.
Beberapa mekanisasi
pengendalian gulma yang sudah diterapkan di negara maju ialah sebagai berikut:
1. Tertill
Tertill
merupakan alat yang diciptakan oleh Franklin Robotics. Tertill adalah sebuah
robot pintar tortilla yang dilengkapi sensor yang mampu mendeteksi keberadaan
gulma dan akan beroperasi secara otomatis memusnahkan rumput liar menggunakan
pisau pemotong di bagian bawah. Robot tertill dikenal sebagai robot yang sangat
ramah lingkungan karena mengandalkan energi baterai dari solar cell yang terpasang di bagian atas. Keunggulan lain dari alat
ini ialah tahan air dan mampu menyusup di sela-sela tanaman karena ukurannya
cukup mini.
Gambar 1. Tertill
Sumber gambar: https://youtu.be/gMA9mRfkWsk
2. Weed
Zapping
Alat weed zapping ialah alat yang dibangun oleh Old School Manufacturing dan dibuat di AS. Alat weed zapping dilengkapi dengan perangkat lunak dan perangkat keras modern; booming kontur medan yang fleksibel; termasuk insulator yang didesain ulang dan tahan pecah; dan ampere hingga tiga kali lebih banyak.
Cara
kerja alat ini yaitu pada kegiatan penyiangan,
bekerja dengan cara memaksakan pelepasan arus listrik ke batang tanaman. Tanaman
yang menyentuh batang tembaga pada weed
zapper maka akan merasakan tegangan arus yang mengalir ke batang tanaman. Arus ini kemudian mendidihkan air di dalam sel
tanaman, menghancurkan dinding sel sehingga bisa dengan segera membunuh
tanaman. Semakin sedikit air yang dimiliki tanaman, seperti rumput, semakin
lama The Weed Zapper harus
menyentuhnya agar efektif (kecepatan lebih lambat, operasi ekstra). Tegangan arus pada alat ini mampu untuk membunuh gulma
sebelum menjadi benih sehingga mengurangi penyimpanan benih di tahun-tahun
mendatang. Metode yang digunakan alat ini ialah invasif minimal yang membunuh
gulma secara ramah lingkungan dan hanya memerlukan satu kali jalan untuk
meminimalkan gangguan pada tanah. Kekurangan alat ini yaitu Weed Zapper tidak selektif dalam membunuh tanaman.
Gambar 1. Weed zapper
Sumber gambar: https://youtu.be/-1CX2adzhoM
3. Weeder Semi
Mekanis
Di negara maju seperti Jepang pengembangan suatu alat
sangat memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan pengguna/operatornya. Hal
ini penting untuk peningkatan produktivitas. Alat penyiang semi mekanis ini
terbuat dari plat stainless steel
ringan dilengkapi dengan 2 cakar penyiang dan pada bagian depan dibuat furrow
opener yang juga berfungsi sebagai pelampung. Diharapkan pengembangan alat
penyiang ini dapat digunakan pada kondisi lahan padi sawah dengan tingkat
pelumpuran normal. Cara pengoperasian alat penyiang semi mekanis buatan Jepang
sama seperti penyiangan menggunakan gasrok yaitu dengan menggasrok atau
mendorong ke depan dan belakang sehingga gulma tercabut dan terpendam dalam
tanah.
4. Power Weeder
Roda Satu
Mesin
penyiang power weeder roda satu hanya
dapat dioperasikan untuk penyiangan gulma pada lahan yang tergenang air sekitar
5 cm dan berlumpur dengan kedalaman lapisan maksimum 25 cm (diukur dengan cara
orang berdiri di lumpur). Jarak tanam yang dianjurkan untuk penggunaan power weeder adalah 20-25 cm dengan
baris yang lurus. Kedalaman air juga berkisar antara 5-10 cm sehingga mesin
dapat berjalan tanpa didorong. Power
weeder roda satu cocok digunakan di areal persawahan.
Gambar 4. Power
weeder roda satu
Sumber
Referensi
Badhai
S, Gupta AK, Maurya SP, Koiri B. 2021. Ecological/Cultural Measures of Weed
Management for Sustainable Agriculture: Research Article. Journal of Wastes and Biomass Management (JWBM). 3(2). 36-38. DOI: http://doi.org/10.26480/jwbm.02.2021.36.38.
Jamaluddin
P, Syam H, Lestari N. 2018. Modul Perkuliahan Alat dan Mesin Pertanian.
Fakultas Teknik. Universitas Negeri Makassar. Makassar.
Jamaluddin
P, Syam H, Lestari N, Rizal M. 2019. Alat
dan Mesin Pertanian: Cetakan ke-1. Makassar: Badan Penerbit Universitas
Negeri Makassar.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar